Pages

Sunday, January 14, 2018

Yuk ke Lombok

Siapa sih yang gatau Pulau Lombok, salah satu Pulau yang ada di Indonesia, tepatnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok sepertinya sudah dikenal banyak masyarakat Indonesia hingga pelancong dari berbagai belahan dunia karena keindahan Pantainya yang menawan, apalagi kalau untuk peselancar, pasti Pulau ini menjadi idaman sekali. Liburan kali ini saya dan sekeluarga mengunjungi Pulau nan cantik ini. Karena liburan sama keluarga dan memang Bapak saya dan Ibu saya yang mengatur liburannya dan saya hanya memberikan beberapa referensi website.

Karena zaman semakin mudah maka keluarga saya memesan hotel dengan situs trivago, harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan memesan langsung ke hotelnya, ditambah waktu saya liburan adalah liburan natal & tahun baru, pasti semua harga menjadi naik. Lalu memesan tiket pesawat juga untuk pulang pergi, dan disana kami ditemani oleh seorang tour guide kenalan dari teman ibu saya bernama Pak Tedjo.

Sabtu, 23 Desember 2017 
Kami terbang dari bandara Soekarno-Hatta CGK sekitar pukul 08.00 dan sampai di Lombok pukul 11.00 WITA. Ketika keluar bandara whoaaa panas banget ternyata Lombok hari itu. Lalu kami disambut Pak Tedjo dan diantar ke Hotel. Bandara Lombok Praya dengan Hotel kami kira kira 30 menit perjalanan. Bahagia banget jalan-jalan di Lombok, jalanan halus dan gamacet (beda banget sama di Bekasi yang udah riweuh sama motor dan truk). Kami menginap di Hotel Lombok Raya. Fasilitas Hotel okelah menurut saya, standar dan bagus, walaupun pintu kamar saya susah dibuka nya, tapi pelayanannya cukup baik. Setelah rapih-rapih dan solat dzuhur, kami melanjutkan makan siang kami di salah satu rumah makan yang cukup laris dengan makanan khas Lombok, namanya Sate Rembiga Utama Bu Ririn, rame bangeet dan emang enak banget. sate rembiga ini dari daging sapi, rasanya gurih, asin manis dan agak pedas (perpaduan yang sempurna) ahaha. selain sate rembiga ada juga plecing kangkung, semacam lalapan lah ya kalau di daerah Sunda. Plecing kangkung disajikan bersama toge, kacang dan dipadukan dengan cabai rawit, tomat dan rasanya pasti membuat menangis ahaha karena pedes banget. Selain itu juga ada Babalung, seperti sop iga, tapi bedanya ada sedikit rasa jahe dan taburan bawang yang sangat gurih. (Sayang nya tidak difoto makanannya)

Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Pantai senggigi, setelah jalan yang berekelok-kelok akhirnya sampailah kami di Spot Pemberhentian untuk  memotret indahnya pantai senggigi dari atas  ( ada semacam spot untuk berfoto) dan dari sana terlihat Pantai Senggigi yang cantik dan hamparan laut yang luas.
Di sekitar pantai senggigi juga banyak resort-resort yang biasanya diinapi oleh pelancong pelancong dari luar negeri, banyak juga bar atau resto tempat makan yang harganya juga bervariasi ( tergantung tempatnya) dan banyak juga perswaan sepada motor yang biasanya dipakai turis untuk jalan jalan di sekitar pantai Senggigi. Saya hanya singgah sebentar, banyak orang yang berenang di pantainya, setelah menikmati sebentar di pantai senggigi, saya kembali ke Kota. 

Kami memutuskan untuk singgah di Masjid raya ( Islamic Center NTB ) letaknya cukup strategis dengan bangunan masjid yang sangat besar dan megah. Ada eskalator juga, namun sayang masih ada beberapa titik yang terlihat kotor atau tidak keurus, mungkin untuk pengunjung dihimbau untuk tidak mengotori masjid karena yaaa masjid juga kan tempat ibadah, jadi kurang enak dilihat kalau kotor. Tapi secara keseluruhan masjidnya bagus indah dan banyak desain kaligrafi. 
 
Setelah ibadah magrib, kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke hotel, dan singgah sebentar untuk makan malam di sebuah warung kaki lima di sekitar hotel. Menu makan malam kami adalah Ayam Taliwang Bakar hehe. Pulau Lombok memang gabisa jauh dari rasa pedas pada makanannya. Mencicipi Ayam Taliwang kurang lengkap rasanya kalau tidak mecoba Beberuk Terong ( mungkin bisa disebut dengan gado gado lombok ya) bahan utamanya dari terong ungu, lalu disajikan bersama beberapa sayuran dan rasanya pedas tapi seger, cocok nih buat yang ngantuk ngantuk.

Minggu, 24 Desember 2017 
Pagi-pagi gini ternyata sudah diguyur hujan, setelah sarapan dan akhirnya kami berangkat untuk Sasak Tour. Tempat pertama kami mengunjungi sebuah tempat kerajinan pembuatan kain songket khas lombok di daerha Lombok Tengah. Saya pun mencoba belajar sebentar bagaimana caranya menenun kain songket khas lombok, yang ternyata susah susah gampang dan butuh ketelitian banget, kata ibu yang membuat nya 1 kain bisa selesai sekitar 1 bulanan. Setelah mencoba belajar, kami dipersilahkan untuk melihat lihat, barangkali ada yang ingin dibeli untuk buah tangan, tapi saran saya jangan tergiur langsung membeli di sentra kerajinan seperti itu, karena harganya bisa melambung tinggi sekali. Saran saya beli saja kain kain yang memang bagus dengan motif yang sangat bervariatif , untuk souvenir tas tas kecil atau gantungan kunci bisa cari di tempat lain dulu yang banyak menjajakan dengan harga yang lebih miring lagi dan bisa ditawar pastinya. 

Selain terkenal dengan kerajinan kain songketnya, Lombok juga terkenal dengan kerajinan gerabahnya. Sayangnya saya hanya melewati saja karena hujan yang cukup deras dan tempat yang kurang memadai untuk kami turun. Selanjutnya adalah perjalanan ke Desa Sade. Sesampainya di sana masih gerimis gerimis kecil, daan langsung disambut sama local guide dari desa Sade sendiri yang ngejelasin apa itu desa Sade, dan gimana kehidupan disana dan juga nama bangunan-bangunan yang ada di sana. Karena saat itu sedang gerimis jadi jalan di sekitar pemukiman desa Sade juga agak becek dan banyak ayam-ayam yang berkeliaran. Mau cari oleh oleh di Desa Sade juga ada, mau nyoba belajar menenun juga bisa, masyrakatnya pun ramah ramah. Di Desa Sade ini juga kita bisa melihat bagaimana kehidupan warganya sehari-hari.

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta, eitss ini bukan Kuta di Bali yaa, Lombok juga punya Kuta loh. Pantai Kuta ini cukup ramai dan katanya 'pantai presiden' iyaa Beliau katanya sih suka ke pantai Kuta ini. Cuaca yang tadinya hujan gerimis tapi sesampainay di Kuta Tadaaaa... Mentari langsung muncul di atas kepala (kebetulan ke sini sekitar jam 1 siang). Pasir pantainya cukup bersih, banyak yang berjualan juga, oh iya saran aja sih kadang ada anak anak yang jualan dan menawarkan sesuatu lebih baik jangan ditanggepin sih, soalnya kalau ditanggapin gitu mereka jadi ikut ikut kita kemana-mana kan agak mengerikan juga ya, dan banyak juga yang menawarkan jasa untuk memfotokan ya terserah Anda saja baiknya difotokan dengan mereka atau tidak. Namun dibalik pemandangan pantai dengan hamparan bukit hijau di sekelilingnya, tetap saja tempat wisata nan cantik ini masih menyisakan bebrapa titik sampah. Di pantai Kuta ini juga banyak sekali restaurant, tetapi harganya agak mahal, kalau mau agak murah keluar dari pantai kuta sedikit dan di sana banyak warung makan dengan harga yang lebih terjangkau. 
Setelah dari Pantai Kuta, kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Merisik. Tidak terlalu jauh dari Kuta Mandalika. Setelah sampai di Bukit, lalu kami menanjak, sepertinya jalurnya agak berbahaya jika harus dilewati sehabis hujan karena masih tanah dan agak licin. Tapi sampai di atas terbayar sudah dengan pemandangan pantai yang menawan dan hamparan bukit yang hijau. Bukit ini sering digunakan untuk foto-foto pre-wedding ataupun yang lainnya. Bisa juga menanjak hingga ke atas. Tapi angin di atas pada saat itu kenceng sekali jadi ya hati hati aja yaa bisa masuk angin hehe


Setelah itu kami melanjutkan ke Pantai Tanjung Aan, pantai nan indah dan eksotis ini emang buat betah banget para pengunjungnya. 

Oh iya, kalau mau solat di Lombok gausah bingung, soalnya banyak banget masjid atau mushola di pinggiran jalan, tapi karena mungkin kadang kurang keurus jadi mending bawa mukena kemana mana karena kadang mukena di mushola nya kurang bersih jadi kurang nyaman aja solatnya hehe.

Tunggu part 2 nya yaaa ^-^



No comments:

Post a Comment

Instagram