source :
Awal tahun 2020 sudah membawa saya pada suatu petualangan baru, dan semua orang akan bilang " welcome to the jungle". Entah hutan belantara seperti apa yang akan saya masuki, yang pasti ketika saya menulis ini mungkin saya baru menyusuri jalanan perkampungan untuk mencapai 'hutan' tersebut. Tapi, di awal perjalanan ini saja saya sudah mulai bosan dengan semua hal yang dibebankan ke saya. Pada awalnya mungkin, 'yasudah tidak apa apa' tapi kenapa lama kelamaan saya merasa suntuk, dengan segala pertanyaan 'udah belum saf?'. Awalnya saya merasa senang dan excited dengan apa yang harus saya lakukan, tetapi, beberapa sifat teman saya yang awalnya saya kira masih bisa saya maklum kok bikin saya kesal sendiri(?).
Itulah saya, dan resolusi di tahun 2020 ini adalah saya harus lebih berani dan bisa mengekspresikan rasa ketidaksukaan atau ketidaksetujuan saya akan suatu hal, tetapi dengan cara yang baik dan tidak menyakiti orang lain.
'Kamu gaboleh begitu Fir, nanti kalau dia sakit hati bagaimana?'
Mungkin kalimat itu yang sering ada di benak saya, sehingga sering kali saya benar benar hati hati dalam bertindak ataupun mengucapkan sesuatu. Mungkin itu yang membuat beberapa teman saya menganggap saya sebagai orang yang 'kaku'. Padahal saya hanya gaingin mereka sakit hati dengan apa yang saya perbuat, itu aja. Terlepas dari kaku atau tidak, saya memang lebih nyaman berteman dengan teman yang sifatnya tidak jauh berbeda dengan saya, atau yang lebih dewasa dari saya, sehingga saya tau, ketidaksukaan mereka ataupun hal yang mereka suka, dan saya bisa men-treat mereka dengan nyaman.
Sampai pada suatu malam, saya sedang lelah, emosi saya juga tiba tiba tidak stabil, mungkin ini adalah efek saya memendam suatu hal yang mungkin sebaiknya pada waktu itu saya ungkapkan. Hari itu saya berada di suatu lingkaran, dan mereka membicarakan sesuatu yang 'rahasia' tetapi tidak memberi tahu saya. Ok, saya sudah cukup berada di lingkaran 'dungu' seperti itu. Mungkin sebagian orang menganggap 'yailah santai aja kali Fir', tapi salah satu teman saya mendefinisikan itu adalah hal yang 'jahat'. Mungkin kalau saya bisa bilang itu adalah tidak sopan. Kenapa saya sebegitu kesalnya malam itu? karena saya sudah merasakan itu sebelumnya beberapa kali, tapi saya pendam tanpa orang yang berbicara itu tau perasaan saya. kadang saya mikir "mereka sadar ga ya kalau saya masih ada di sana melihat mereka ketawa cekikikan atau tatap-tatapan dengan maksud mata yang hanya mereka saja yang paham?" .Menjadi outsider bertubi-tubi, menahan diri, dan mencapai puncaknya di minggu ini sehingga saya menjadi kesal. Yang lebih saya sesalkan, mengapa saya tidak bisa memberi tahu mereka, barang dengan bercandaan?
Mungkin nanti saya harus lebih banyak bercanda, supaya bisa lebih menyampaikan kekesalan dengan nada bercanda dan orang lain gasakit hati(?).
Tapi untuk hal-hal yang menurut saya tidak sopan, rasanya hal itu tidak bisa dijadikan bahan bercandaan, karena di dunia ini tidak semua hal bisa dijalan kan dengan 'sebercanda' itu
Di usia 20 tahunan sekarang, orang orang udah mulai mikir mereka mau ke mana, ngapaiin, dan sebagainya. gajarang yang jadi merasa temen temennya hilang, beda kesbibukan, tapi emang itulah yang terjadi. Akupun begitu, mungkin jadi gangumpul sama temen deket, tapi jadi ngumpul sama orang baru, yang kadang ada yang lebih seru, ada juga yang bikin kita harus bersabar dan ikhlas, prinsip saya sih , kita boleh ambis dengan suatu hal , asal jangan menyusahkan orang lain. Kalau mau keras sama diri sendiri gapapa, asalkan gamenjadi sesuatu yang 'toxic' dengan teman teman di sekita kita..
Dan ketika saya menulis ini, saya sedang ingin sekali pulang....
Saya yang merindukan rumah, yang merindukan Kota kelahiran saya dengan segala ceritanya. Terkadang saya iri sekali dengan teman teman yang bisa pulang, bertemu keluarga, tetapi semoga apapun itu menjadi penguat saya dalam menjalani hidup ini supaya ga flat flat aja hahaha
And maybe i need a cup of coffee?



No comments:
Post a Comment