Pages

Monday, October 3, 2016

Terbang

Akhirnya saya bisa pulang! Pulang untuk menengok sejenak rumah saya, ibu bapak saya dan kedua adik saya. Tidak ada yang berubah dari mereka semua, semua tetap sama. Hangatnya keluarga saya tetap sama, dan saya sekali lagi merasa sangat bersyukur bisa terlahir dari keluarga yang begitu mengerti dan memahami apa sebenarnya arti keluarga. Paling bude dan tante saya bilang "kok kamu kurusan? ga makan ka di Malang?" saya cuma bisa jawab "Ya habis makan jalan lagi, jadi susah gemuknya hehe"

Saya tidak lama, hanya sebentar, ibu saya menyayangkan hal ini, tapi apa daya, banyak yang harus saya lakukan di perantauan, jadi ya tidak bisa pulang lama. Kalau kata teman saya Rafif " Kamu harus pulang saf, sempetin, jangan nunggu waktu luang. " Saya setuju sekali, kita emang harus nyempetin, kalau engga yaaa kapan lagi ya balik ke rumah..

Singkat cerita, hari ini saya pulang. Kepulangan saya kali ini saya terbang sendirian. Oke saya merasa 'Wah keren deh coba terbang sendirian, kali aja nanti nemu orang baru yang bisa diajak ngobrol'. Ketika boarding, khayalan belaka saya sirna begitu saja karena ternyata sebelah seat saya tidak ada teman duduk apalagi teman mengobrol. Saya duduk di belakang dan sendirian pula, kayaknya kalau ada orang yang liat keadaan saya saat itu mereka akan bilang "jomblo amat sih mbak" hehehe. Oke saya coba menikmati penerbangan saya dengan tidur, karena saya tahu, sekembalinya saya ke kosan itu artinya kembali juga bersentuhan dengan pulpen dan kertas folio.

Pada penerbangan normal Jakarta-Malang biasanya hanya ditempuh 1 jam 10 menit saja.  Saya berangkat jam 12.45 itu artinya harusnya saya sampai pukul 13.55 di Malang, memang sih di tiket tertera sampai pukul 14.05. Tapi ketika saya tengok jam di tangan saya ini sudah pukul 14.15, kok belum mendarat juga, lalu pukul 14.30 ada pemberitahuan kalau pesawat delay landing karena cuaca buruk di Malang. Pesawat pun sepertinya muter2 di suatu tempat karena saya sempat melihat ada sungai yang berliku2 sebanyak 3 kali. Oke, akhirnya saya pasrah gabisa ngapa2iin selain liat awan... dan terkadang terjadi guncangan2, pikiran saya pun sudah melalang buana jauh memikirkan hal2 aneh seperti "kalau jatoh di laut selamat ga ya? kalau jatoh di laut bisa renang ga ya?" bahkan saya sempet mikir "kalau jatoh di laut ikannya ganas2 ga ya ?" ini pemikiran terabsurd sepanjang masa sih kayaknya. Saya juga khawatir apa ibu saya khawatir atau engga di rumah sana, apa eyang saya juga khawatir atau engga.

Akhirnya saya membaca al-quran untuk menenangkan diri saya sendiri agar tidak gaduh seperti ibu-ibu sosialita di depan saya. Alhamdulillah saya merasa lebih tenang dan bisa berpikiran lebih jernih (ga seabsurd yang sebelumnya). Alhamdulillah akhirnya saya sampai di Malang pukul 15.15 setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan. Lalu saya menelpon ibu saya dan saya mengatakan kalau saya baru saja turun, lalu saya cerita kalau saya hampir panik, ibu saya menjawab
"Lain kali kalau keadaan mu hampir ga tenang, cuci muka dulu supaya mukanya fresh lagi, terus baca quran, kalau bisa sama artinya juga biar lebih tenang. Soalnya mama di rumah tenang2 aja tuh hehehe (kayaknya mama saya doang deh yang begini)."

Jadi sebenarnya kita tidak perlu terlalu merisaukan segala hal, karena Allah pasti sudah mengaturnya sedemikian rupa, tinggal tunggu waktunya yang tepat, kalau kita gelisah atau risau langsung saja baca al-quran dan berdoa kepada Allah agar ditenangkan hatinya, karena semua akan indah pada waktunya jika kita tenang dan bersabar :) 

No comments:

Post a Comment

Instagram