Pages

Thursday, October 20, 2016

Stereotipe ?

Hal ini bermula ketika hari minggu lalu saya benar-benar jenuh dan suntuk dengan tugas-tugas perkuliahan yang ada. Banyak sekali tapi baru tersentuh dikit saja. Akhirnya saya memutuskan untuk keluar mencari makan siang di salah satu tempat makan yang terkenal 'murah' di daerah saya tinggal. Planning saya saat itu, saya mau makan sambil ngerjaiin tugas aja deh biar tugasnya cepet selesai.

sampai di sana jeng jeng jeng.. ternyata tempatnya lumayan ramai, mengingat itu adalah hari libur dan hanya sela beberapa menit dari jam makan siang orang-orang pada umumnya. Setelah memesan, akhirnya saya memutuskan untuk duduk di lantai 2 dan memilih tempat yang menghadap ke jalan raya. Angin saat itu sangat kencang seperti mau hujan. Sambil menunggu makanan saya datang, akhirnya saya masih sempat menulis beberapa kalimat penugasan saya. Tidak lama kemudian makanan saya datang dan akhirnya saya mengakhiri penugasan saya. niat saya sih habis makan mau lanjut nugas lagi, tapi ada suatu hal tidak mengenakan terjadi saat itu 

2 orang mbak-mbak datang dan duduk persis di sebelah saya, lalu mereka bertanya apakah sebelah saya kosong atau tidak, ya saya jawab sebelah saya kosong, silahkan saja duduk di situ. Tiba-tiba salah satu dari mereka nyeletuk "Sendirian aja mbak?" lalu saya jawab dengan singkat "iya hehe". "Oh nunggu pacar atau temannya ya?" di sini saya udah mikir 'kok nih orang kepo banget ya' saya jawab "engga nunggu siapa-siapa kok mbak" . Saya kira selesai percakapan kita, ternyata mbak-mbak satunya menjawab "oh berarti makan sendirian doang, kok mau sih ya makan sendirian doang, aku sih ogah apa enaknya coba" lalu mereka tertawa seakan-akan saya adalah orang yang tidak punya teman.. 

Oke, saya mau bilang rasanya di sini tuh makan sendirian, ngecafe sendirian, nonton sendirian, belanja sendirian atau melakukan hal lain dihadapan umum sendirian masih jadi hal yang gawajar gitu ya? saya mengapresiasi sih mereka yang masih ngurusin hidup orang lain, berarti mereka peka banget, saking pekanya sampai orang yang tidak dikenalnya aja langsung di nilai seperti itu dan mungkin mereka yang punya link pertemanan sangat banyak jadi setiap waktu kemana-mana ada temannya. Ya mungkin memang mereka bukan tipe seperti saya atau seperti teman saya amel yang we will be fine kalau kemana2 sendirian, tapi menurut saya dan amel, tidak selamanya bakalan ada orang yang nemenin untuk kemana2, kalau memang kita mau ya kenapa ga coba aja sendirian. Memang sih tidak semua tempat atau moment bisa dilakuiin sendirian, tapi kalau ada waktu untuk sendirian kenapa gacoba untuk 'me time' di suatu tempat misalnya cafe atau salon? 

Karena menurut saya dengan mencoba beberapa kali pergi sendiri itu juga lumayan enak kok, kita bisa jadi kenal diri kita sendiri, lebih mandiri, kalau tiba-tiba ada masalah kita dituntut untuk berpikir cepat  atau bisa kenalan dengan orang-orang baru di sekitar kita, walaupun ya kita harus ekstra hati-hati karena tidak semua orang bersifat yang sesuai kita harapkan. intinya sih kita berperilaku baik aja dimanapun kita berada, pasti nanti juga Allah akan memberikan orang yang baik juga untuk kita, kalau diberikan yang sebaliknya ya mungkin itu bisa jadi ujian dari Allah terhadap keimanan kita. 

Karena menurut saya, coba aja dulu pergi ke suatu tempat sendiri dan nikmatin tempat itu, karena ga semua orang selalu ada waktu untuk kita, jadi dengan seperti ini kita tidak terlalu bergantung kepada orang lain, melainkan hanya kepada Allah swt. 


1 comment:

  1. Setuju banget. A little me time wont hurt anyone haha nice post mam

    ReplyDelete

Instagram