25 Desember 2016
Sebenernya ga salah-salah banget kok kalau ngambil waktu liburan di saat libur hari besar kayak natal ( karena saya emang bisanya pulang tanggal segini ), emang sih keadaan yang mau berkunjung ke pulau harapan lebih ramai daripada hari biasanya atau bahkan weekdays biasanya. Trip saya kali ini emang tujuannya ke Pulau Harapan, jadi nanti saya dan keluarga saya akan stay 2 hari 1 malam di pulau ini. Setau saya ada beberapa pulau lagi yang bisa diinapi seperti Pulau Tidung dan Pulau Putri ( ada sebuah resort yang mengelola pulau ini jadi sepertinya penginapannya pun bagus) dan Pulau Pramuka.
Perjalanan saya menggunakan sebuah travel pilihan ibu saya, dan perjalanan saya dimulai dari pelabuhan Kali Adem di daerah Pluit, Jakarta Utara. Karena saya belum pernah ke sana jadi bayangan saya ya pelabuhannya bagus gitu, ternyata jeng jeng jeng... dari jalan depan masuk pelabuhan pun sudah tercium bau khas ikan asin bercampur dengan bau ikan lainnya dan mungkin sampah sampah (gakebayang gimana baunya kalau hujan turun di daerah ini) dan sepertinya jalan masuk ke pelabuhan ini memang melewati perkampungan nelayan dan tempat jual ikan. Agak miris sebenernya karena tidak jauh dari perkampungan ini terdapat apartement dan mall yang sangat besar, rasanya kehidupan di Jakarta bisa saja berbanding terbalik dalam jarak yang sangat dekat. Selain tempat hidup yang menurut saya kurang layak, anak-anak kecil pun tinggal dan bermain dengan keadaan yang kotor, dengan lahan bermain kurang memadai. Ibu saya pun baru sadar ternyata salah memesan kapal, ibu saya kira naik speed boat ternyata kita naik kapal ferri yang kayu kayu itu deh. Kalau mau naik speed boat, ternyata naiknya harus dari dermaga Ancol dan harganya jauh lebih mahal dan memang perjalannya akan lebih cepat. Sesampainya saya di pelabuhan ya keadannya agak miris karena kotor di beberapa sisi dan kurang terawat ditambah bau ikan asin yang menambah suasana kurang nyaman untuk memulai perjalanan. Tapi ya mau gimana lagi? semuanya dinikmatin aja ya..
Di dalam kapal ferri ya udara cukup panas dan angin beru terasa ketika kapal ferri mulai jalan. Perjalanan ke Pulau Harapan ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam. Untuk tempat duduk disarankan cari yang senyaman mungkin supaya tidak mabuk perjalanan.
Sesampainya di Pulau Harapan wahh saya sangat senang melihat air laut yang sangat bening (beda banget sama di pantai Ancol dan pelabuhan tempat saya berangkat tadi ) dengan warna biru ke hijau hijauan. Pulau ini memang jadi tujuan wisata jadi banyak penjual jajanan ( Gorengan, cilor dll) di pinggiran pulau, dan karena ini hari libur besar maka banyak yang menghabiskan liburannya di pulau ini. Selain jajanan ada juga warung-warung yang menyediakan seafood ataupun souvenir khas Pulau Harapan. Lalu saya ke homestay yang mana ternyata bukan penginapan ala-ala cottage tapi ya rumah penduduk yang disewakan untuk penginapan. Sebenarnya bisa aja kalau ke sini tanpa travel, pesan tiket kapal di pelabuhan sendiri, tapi kalau sudah di pulau harapan nampaknya agak susah untuk mencari penginapan dan kapal untuk berkeliling pulau, karena biasanya semua itu sudah di booking oleh travel yang menjalankan bisnisnya di sana.
Setelah makan siang dan istirahat akhirnya kami diajak menjelajah pulau oleh local guide dari travel kami. Siang itu saya benar benar menikmati sepoi sepoi angin laut sejenak melupakan ujian blok yang akan saya hadapi.
Pulau Gosong Perak
di pulau ini ada beberapa ayunan dan cukup banyak orang yang berkunjung ke pulau ini, di pulau ini juga ada yang menjual makanan, jadi kalau haus atau kelaparan tidak usah khawatir hehe'-'. Air nya tetap bening dan untungnya matahari tidak terlalu terik jadi ya lumayan menyenangkan..
Setelah puas bermain di Pulau Gosong Perak kita dibawa juga menjelajahi dan melewati beberapa pulau (tapi tidak turun) diantaranya ada Pulau Putri, Pulau Macan dan beberapa Pulau lainnya. Kebayangkan sebenernya dibalik gemerlapnya kota Jakarta, Jakarta juga menyimpan banyak pulau dengan air yang sangat tenang dan jernih, cocoklah buat pergi dari kesuntukan Kota.
Pulau Dolphin
Di pulau ini lebih kecil dan lebih sepi daripada pulau Gosong Perak tadi, di bisa renang karena ombaknya lebih tenang. Tapi gaada yang jual makanan atau minuman.. jadi ya cuma bisa jalan jalan main air dan foto di balik pohon bakau. Airnya sangat jernih apalagi ketika kena cahaya matahari. Pasir yang putih membuat kami ingin bermain main terus di pulau ini.
Snorkeling
Ini pertama kalinya saya renang di laut wkwkwk. Hal pertama yang saya takutin adalah saya gamau renang sama ikan ( alasan anak sd banget emang) dan saya juga takut tenggelam wkwkwk. Tapi karena ini hal baru makanya saya harus coba biar tau gimana rasanya, mumpung lagi di sini juga kan, sebenernya gapake baju renang gapapa, cuma ya nanti ga leluasa aja geraknya. setelah dijelasin beberapa hal dan cara pake alat snorkeling, jadilah saya dan kedua adik saya nyemplung ke laut. Awalnya emang agak takut, kali ini takutnya beda lagi, takut gara2 kebawa ombak (padahal gaada ombak sama sekali). Tapi akhirnya saya berani wahaha dan rasanya sangat menyenangkan, dalam hati saya ( oh jadi gini rasanya snorkeling kayak yang ditayangin di tv tv). Setelah puas saya balik ke homestay dan malamnya kami menikmati ikan bakar serta pesta lampion (dari pihak travel)
26 Desember 2016
Awalnya pagi hari kami mau diajak jalan-jalan ke penangkaran penyu, tapi ternyata karena air pasang jadi nya gabisa ke sana. Agak kecewa sih, saran aja mungkin kalau mau jalan-jalan ke pulau kayak gini lebih baik lagi musim panas karena pasti laut cukup tenang, jadi banyak tempat juga yang bisa disinggahi.
Pulau Bira Kecil
Kata pemandu travel Pulau ini dikelola oleh Bakrie, jadi memang Pulaunya terlihat cukup terawat dan asri. Sesampainya di Pulau ini, kami disambut denga patung 'selamat datang' dan ketika menginjakan kaki di Pulau Bira ini, rasanya seperti bukan di Jakarta, seperti di suatu Pulau nun jauh di sana, atau bahkan mungkin kayak bukan di Indonesia. Disini ada beberapa ruangan yang sepertinya digunakan untuk meeting ataupun penginapan jika memang ada family gathering. Ada ayunan juga, sayangnya hanya ada satu penjual makanan dan makanannya pun kurang beragam. Ketika kami ke sini deburan ombaknya cukup besar dan ya kita hanya bisa menikmati deburan ombak sambil bersantai. Di sini juga ada hewan sejenis burung, tapi saya lupa namanya apa. Mereka berkeliaran bebas di pulau ini, katanya burung ini memang penghuni asli Pulau Bira ini hehe..
Setelah puas keliling Pulau Bira Kecil, kami packing untuk persiapan pulang nanti siang.. kembali ke Pelabuhan Kali Adem dengan menggunakan kapal Ferri. (disarankan minum obat agar tidak mabuk perjalanan)

No comments:
Post a Comment