Beberapa dari teman saya suka menganggap bahwa saya adalah orang yang sangat tenang dalam menghadapi ujian, sebenarnya sih tidak setenang yang mereka lihat.. memang ketika saya akan ujian saya akan mencoba setenang mungkin karena kalau saya terlihat panik ya nanti apa yang saya pelajari malah jadi ilang, malah jadi lupa dan bisa juga loh kalau kita panik malah berdampak ke orang sekitar. Saya pasrah aja sama semuanya yang penting udah berusaha dengan maksimal sebelumnya ( jangan pasrah doang tapi ga usaha, itu mah sama aja ganiat) .Tapi begitu pulang ujian... jeng jeng jeng.. ya kadang ada aja pikiran-pikiran yang buat saya jadi gatenang bahkan takut. Semua itu saya rasa wajar tapi ya jangan larut-larut juga.. kita harus move on!
Kadang ini sih beberapa hal yang saya takutkan, "nanti kalau nilainya jelek gimana?" "kok dia bisa ya dapet nilai segitu?" ya intinya lebih mikirin ke nilainya dan kasian orang tua yang udah biayaiin kuliah mahal-mahal tapi kok belum bisa kasih nilai yang bagus gitu, karena pastinya semua orang ingin membat orang tuanya tersenyum bangga..
Setelah saya curhat ke mama saya tentang semuanya ada hal yang buat saya mikir kembali sebenernya apa tujuan lain dari kuliah itu sendiri selain nantinya inshaAllah saya akan jadi dokter gigi, kalau kata mama saya
Akhirnya kalimat itu yang menyadarkan saya mengapa ibu saya ingin saya kuliah di perantauan yaitu supaya saya bisa belajar untuk mandiri, mengatur semuanya sendiri, memilih apa yang saya lakukan hari itu sendiri, belajar menghargai dan mensyukuri semua yang sudah kita punya hari ini, entah itu keluarga, sahabat, teman-teman atau mungkin pacar. Belajar untuk berproses menjadi seseorang yang lebih baik dari hari sebelumnya, yang bisa membawa dampak baik bagi orang lain. Walaupun kadang saya pribadi gapernah sadar apa saya udah bermanfaat bagi orang di sekitar saya? apa kehadiran saya berpengaruh banyak di kehidupan mereka? itu juga terkadang menjadi suatu pertanyaan bagi diri saya sendiri. Sampai akhirnya seseorang yang bernama Naufal bilang kalau saya sudah memotivasi dia untuk belajar, walaupun saya tidak pernah sadar akan hal itu tapi saya bersyukur jika memang sudah bisa membawa dampak bagi orang lain, ya setidaknya orang terdekat.
Memang kadang nilai itu jadi patokan keberhasilan seseorang, karena orang di luar sana hanya memandang hasil akhirnya saja, tanpa tahu bagaimana perjuangan untuk meraihnya, padahal proses adalah bagian terpenting, hasil akhir hanya bonus. Dari proses yang membuat kita semakin kuat, semakin menghargai kebersamaan dan waktu, proses juga bisa mengenalkan kita dengan berbagai hal baru yang sebelumnya kita belum tau.
Lalu mama saya berpesan
Ya, takut akan suatu hal yang sudah kita usahakan memang wajar, tapi selalu percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik buat kita, selalu menganggap semua ujian dalam hidup kita pasti kita bisa lalui. Belajar menerima kenyataan hidup kalau hidup memang ga mudah, penuh perjuangan dan kalau mau berhasil ya jangan setengah-setengah. Imbangin usaha sama doa kita, jalanin aja, nikmatin aja inshaAllah selesai dengan hasil yang terbaik.
Setelah saya curhat ke mama saya tentang semuanya ada hal yang buat saya mikir kembali sebenernya apa tujuan lain dari kuliah itu sendiri selain nantinya inshaAllah saya akan jadi dokter gigi, kalau kata mama saya
"Kamu kuliah kalau nyari nilai aja mah gausah kuliah jauh-jauh. Kuliah itu juga belajar hidup, belajar untuk terus berproses"
Akhirnya kalimat itu yang menyadarkan saya mengapa ibu saya ingin saya kuliah di perantauan yaitu supaya saya bisa belajar untuk mandiri, mengatur semuanya sendiri, memilih apa yang saya lakukan hari itu sendiri, belajar menghargai dan mensyukuri semua yang sudah kita punya hari ini, entah itu keluarga, sahabat, teman-teman atau mungkin pacar. Belajar untuk berproses menjadi seseorang yang lebih baik dari hari sebelumnya, yang bisa membawa dampak baik bagi orang lain. Walaupun kadang saya pribadi gapernah sadar apa saya udah bermanfaat bagi orang di sekitar saya? apa kehadiran saya berpengaruh banyak di kehidupan mereka? itu juga terkadang menjadi suatu pertanyaan bagi diri saya sendiri. Sampai akhirnya seseorang yang bernama Naufal bilang kalau saya sudah memotivasi dia untuk belajar, walaupun saya tidak pernah sadar akan hal itu tapi saya bersyukur jika memang sudah bisa membawa dampak bagi orang lain, ya setidaknya orang terdekat.
Memang kadang nilai itu jadi patokan keberhasilan seseorang, karena orang di luar sana hanya memandang hasil akhirnya saja, tanpa tahu bagaimana perjuangan untuk meraihnya, padahal proses adalah bagian terpenting, hasil akhir hanya bonus. Dari proses yang membuat kita semakin kuat, semakin menghargai kebersamaan dan waktu, proses juga bisa mengenalkan kita dengan berbagai hal baru yang sebelumnya kita belum tau.
Lalu mama saya berpesan
"Jangan pernah takut, jalanin aja, percaya Allah selalu ada".
Ya, takut akan suatu hal yang sudah kita usahakan memang wajar, tapi selalu percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik buat kita, selalu menganggap semua ujian dalam hidup kita pasti kita bisa lalui. Belajar menerima kenyataan hidup kalau hidup memang ga mudah, penuh perjuangan dan kalau mau berhasil ya jangan setengah-setengah. Imbangin usaha sama doa kita, jalanin aja, nikmatin aja inshaAllah selesai dengan hasil yang terbaik.
"Let your faith be bigger than your fear"
Selalu berpikir positif, selalu yakin Allah bersama kita dan jangan pernah berhenti untuk berdoa. Kadang saya juga merasa belajar saya udah cukup banyak kayaknya, tapi kok nilai masih segini-gini aja, mungki emang dosennya maunya kasih nilai segitu #apasih dan hmm yang terpenting berpikir positif aja "Mungkin Allah mau kita lebih deket lagi sama Dia, maka dari itu kita harus perbanyak doa" tapi doanya jangan pas mau ujian aja, terus habis ujian lupa doa, padahal doa juga salah satu komunikasi antara manusia dengan Penciptanya.
Semangat :) !

Semangat berproses! :)
ReplyDeleteSemangat calon dokter gigi! :)
Delete