Pages

Monday, June 27, 2016

Angan

Cerah langit di angkasa, mengudara burung-burung yang sedang mencari mangsa. Aku hanya duduk termenung di beranda rumah menikmati teh hangat. Tersenyum manis, tapi tidak semanis teh yang ku minum.

Terik matahari tidak sanggup menghalau pikiranku. Kerja keras pun sudah kulakukan hari ini, tapi sia-sia pikiranku tetap bermuara padanya.

Kepadanya, kutitipkan mimpi-mimpi kecilku, kutitipkan secercah harapan kita, sepenggal khayalan semu.

Malam yang sangat kutakutkan pun mau tidak mau, suka tidak suka harus tetap datang dihadapanku. Membawa bulan dan sederet bintang yang tetap saja tidak bisa mengalihkan pikiranku.

Aku menunggu. Tidak peduli singkat atau panjang. Yang terpenting aku tetap menunggu.

Tidur malam pun enggan rasanya, tidak tahu harus bagaimana jika terbangun dengan realita yang tidak sesuai dengan harapan. Angan ku hanya satu. Dirimu. Dan dirimu sudah tidur terlelap malam ini dengan sejuta angan lain.


3 comments:

  1. Sa.. Kok siang siang minum teh? Lagi gak puasa emang Sa??

    ReplyDelete
  2. hahaha iya waktu itu engga puasa goy -_-

    ReplyDelete
  3. AKHIRNYA RINDU DAN GALAU BERBUAH RANGKAIAN KATA YANG INDAH. OW~ <3

    ReplyDelete

Instagram